alhamdulillah...
masuk lagi ke blog saya...
setelah sekian lama tidak masuk2 gegara lupa email n password... eh tadi dicoba, bisa... hore...hore... berhasil...
oia, alhamdulillah... sekarang uda status baru nie... mahasiswaesdua nya UGM... :)
insyaAllah, sering2 nulis disini dech.. tentang pengalaman esdua dan seterusnya... pasti sseru dan semoga bermanfaat...:)
Jumat, 06 September 2013
Selasa, 26 Maret 2013
masuk harian Sumutpos (hanya koran daerah) rasanya ... itu sesuatu :)
http://www.hariansumutpos.com/arsip/?p=60580
Daur Ulang Sampah
Winni Re Tumanggor
Ramadan harus diisi dengan hal-hal atau kegiatan yang bermanfaat. Karena pada prinsifnya semua kegiatan yang dilakukan selama Ramadan
dihitung ibadah oleh Allah.
dihitung ibadah oleh Allah.
Itu lah yang melatarbelakangi Winni RE Tumanggor Peserta Miss Fire Rabbani 2010 itu selalu menyibukkan dirinya dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Seperti, membuat kerajinan tangan dari sampah-sampah daur ulang.
Misalnya, dari sebuah kardus bekas bisa dibentuk menjadi sebuah celengan. Dan dari bahan-bahan lainnya, menjadi hiasan-hiasan yang memiliki nilai komersil.
“Sejak saya tinggal di Medan mulai dua tahun lalu, saya tertarik untuk memanfaatkan barang-barang bekas atau yang orang kenal dengan istilah daur ulang. Saya selalu buat kerajinan tangan itu, biasanya waktu tidak ada kegiatan lain seperti kuliah dan sebagainya. Jadi praktis, saya hanya membuat kerajinan tangan itu pada hari Minggu saja,” kata gadis berusia 20 tahun kelahiran Indrapura, 15 April 1990 tersebut.
Memang wajar, jika dara yang akrab disapa Winni ini hanya bisa mengerjakan daur ulang barang-barang bekas di hari Minggu saja. Pasalnya, setiap harinya Winni selalu menghabiskan waktunya di kampus nya di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) dari pukul 13.30 WIB sampai pukul 15.30 WIB.
Mengenai kemampannya mendaur ulang barang bekas itu, anak pertama dari empat bersaudara pasangan Darwinsyah Tumanggor dan Suriani Sumadi ini, memiliki obesesi untuk menjadi seorang enterpreuner alias wiraswastawan alias pengusaha.
“Sekarang lagi concern mengikuti program Student Enterpreunership Center yang diselenggarakan oleh Biro Rektor USU. InsyaAllah bisa menang lomba yang rencananya akan digelar pada tanggal 18 September nanti. Kalau menang, kan bisa buat nambah modal. Jadi bisa buka usaha kecil-kecilan,” ungkap alumni SMUN I Indrapura tersebut.
Tidak sampai disitu saja, dengan padatnya kegiatan yang dijalaninya itu, Winni tidak langsung kembali ke kosnya, karena masih memiliki kegiatan lainnya seperti, kegiatan organisasi serta aktivitas lainnya.
“Kuliah dari Senin hingga Kamis. Di hari itu juga selesai jam kuliah, selalu mengikuti kegiatan lainnya di organisasi seperti, rapat, buka puasa bersama dan sebagainya. Hari Jumat sampai Sabtu juga, kadang ada kegiatan lainnya. Jadi, baru pulang ke kos biasanya malam sebelum tarawih,” terang gadis berdarah Jawa-Batak itu.
“Kuliah dari Senin hingga Kamis. Di hari itu juga selesai jam kuliah, selalu mengikuti kegiatan lainnya di organisasi seperti, rapat, buka puasa bersama dan sebagainya. Hari Jumat sampai Sabtu juga, kadang ada kegiatan lainnya. Jadi, baru pulang ke kos biasanya malam sebelum tarawih,” terang gadis berdarah Jawa-Batak itu.
Untuk persoalan menu, sudah menjadi kebiasaan anak kos adalah tidak terlalu ingin yang ribet. Begitu pula yang dilakukan oleh gadis yang tercatat sebagai anggota organisasi Panitia Hari Besar Islam (PHBI) FKM USU ini.
Enaknya lagi, ibu kosnya telah menyediakan menu berbuka dan sahur untuk setiap harinya.
“Alhamdulillah, di kos sudah disediakan. Jadi nggak repot-repot lagi,” tuturnya.
Enaknya lagi, ibu kosnya telah menyediakan menu berbuka dan sahur untuk setiap harinya.
“Alhamdulillah, di kos sudah disediakan. Jadi nggak repot-repot lagi,” tuturnya.
Seperti orang-orang pada umumnya, Winni juga memiliki target yang ingin diraihnya selama Ramadan tahun ini. Target itu adalah untuk menamatkan membaca Alquran alias khatam.
“Targetnya sih pengen bisa khatam. Memang selama ini, setelah salat wajib atau sunat, saya selalu menyempatkan diri untuk tadarus. Minimal setia tadarus, bisa baca dua lembar. Jadi kalau salat lima waktu sehari semalam, Insya Allah bisa satu juz juga,” tutupnya. (ari)
Senin, 25 Maret 2013
Husnudzon
Cerita yang didengar ketika ceramah sebelum salat tarawih di
Muara Enim…
Seorang pemuda
bernama Baharuddin, seorang preman yang
hidupnya jauh dari agama, untuk solatpun dia tidak tahu. Dia anak semata wayang
dari ibu yang suaminya sudah meninggal. Karena sangat gadul2an Ibunya sudah tidak sanggup mengajarinya.
Pada suatu hari
ia tertarik melihat seorang ustadzah yang masih gadis pulang dari mengisi
pengajian ibu-ibu di kampung pemuda itu. Ketika ustadzah itu lewat di depannya,
ia pun menegurnya.
“assalamualaikum”,
perlinya kepada ustadzah itu.
Walaupun
ustadzah itu terus berjalan ia tetap merayu dengan bernyanyi. Kebetulan suara
pemuda itu sangat bagus dan merdu. Sampai-sampai sang ustadzahpun tertarik.
“astaghfirullah…”,
ustadzah itu langsung lebih mempercepat jalannya. Kebetulan hari ini ia tidak
dijemput oleh abinya.
Pemuda
itu terus terbayang oleh sang ustadzah. Iapun mencari tahu informasi tentang
ustadzah tersebut. Akhirnya ia tahu bahwa sang ustadzah anak pak ustadz Soleh
di kampung sebelah. Iapun meminta ibunya untuk melamar ustadzah itu. Karena
ayahnya sudah meninggal ibunya meminta tolong kepada adiknya, yaitu seorang
ustadz. Namun, adiknya itu tidak tahu seperti apa kemanakannya itu.
Ketika
sampai di rumah gadis itu, abinya senang karena yang datang adalah temannya
yang sudah lama tidak bertemu.
“ada
apa saudaraku datang kemari, adakah yang dapat saya bantu?”, kata ustadz soleh.
“
terima kasih, saya kemari hendak mempererat persaudaraan kita. Kemanakan saya
ingin melamar putri Anda.”
“Alhamdulillah,
saya senang mendengarnya. Saya percaya dengan Anda, tetapi semua keputusan ada
di tangan anak saya.”
Ketika
ustadzah tersebut disuruh mengantar minuman, pak soleh menanyakan keputusan
putrinya itu.
“ya abi, kalau itu yang terbaik untuk saya,
saya ikhlas”
Akhirnya
kedua belah pihak setuju, setelah seminggu berlalu pernikahanpun digelar.
Beberapa
hari pernikahan telah berlalu. Sang istripun merasa ada yang berbeda dengan
suaminya. Suaminya jarang sekali ada di rumah. Ia ingin solat berjamaah dengan
suaminya, tetapi ia berbaik sangka kalau suaminya pasti salat di mesjid.
Pada
suatu hari saat suaminya ada di rumah satu harian, perasaannya semakin tidak
enak. Kenapa suaminya tidak ada melaksanakan solat subuh. Hingga malam hari
tidak ada satupun solat wajib yang dikerjakannya.
Bagai
disambar petir, ustadzah tesebut sangat shock melihat kelakuan suaminya itu. Ia
memutuskan untuk pulang untuk mengadukan semuanya pada abinya.
“abi,
kenapa saya bisa seperti ini. Bang baharuddin tidak melaksanakan salat. Apalagi
untuk menjadi imam rumah tangga kami.” Sambil menangis ia bercerita.
“astaghfirullah
nak, sabar ya. Ayah minta maaf, kemarin tanpa melihat dulu sebenarnya siapa dia,
ayah hanya melihat pamannya saja. Karena pamannya itu sangat baik dan soleh.
Tapi nak, ini sudah takdir buat kamu. Pertahankan ya nak pernikahan kalian.
Karena Allah membenci perceraian walaupun itu halal. Mintalah padaNya.
Perbanyak solat malam kamu nak. Minta pada Allah agar suamimu diberi hidayah
olehNya. Karena Allah bisa memberi hidayah kepada siapa saja yang
dikehendakiNya.”
Akhirnya
iapun merasa tenang mendengar nasihat abinya. Semenjak itu, ia sering solat
malam untuk meminta pertolongan dari Allah. Tiap malam sambil menangis ia
memanjatkan ampun dan memohon agar Allah member Hidayah kepada Suaminya
***
Suatu
sore, suaminya duduk-duduk di depan
teras. Ustadzah tersebut hari ini memang berencana untuk menasihati suaminya
itu. Dengan berdandan dengan sangat cantik dan menyuguhkan teh hangat dan
gorengan lezat buatannya, ia duduk di sebelah suaminya itu.
“terimakasih
ya dik, gorengannya sangat enak.”
Pujinya kepada istrinya. “oh iya, abang ingin belajar solat dengan adik,
selama ini abang tidak pernah solat karena sudah lupa baca-bacaanya. Semenjak
ayah abang meninggal abang sangat shock sehingga abang menjadi sangat jauh dari
agama. Abang merasa bersalah karena abang sangat jauh berbeda dengan adik. Adik
sangat soleh sementara abang gadul2an. Abang tidak ingin mempermalukan adik.
Dan abang juga sadar kalau solat itu wajib.”
Dengan
mata menangis sang istri langsung memeluk suaminya.
“terimakasih
banyak ya Allah, Engkau sebaik-baikNya tempat meminta.” Dalam hatinya
“kenapa
adik menagis? Abang salah ya?”
“tidak
bang, dinda sangat bersyukur abang mau berubah. Dengan senang hati adik akan
berusaha mengajari abang kembali.”
“terimakasih
dik, abang sangat sayang dengan kamu.”
“dinda
juga sangat sayang dengan abang karena Allah.”
Dengan
penuh semangat sang ustadzah membimbing suaminya. Setelah belajar macam-macam
dan gerakan-gerakan solat, ia membantu suaminya untuk menghapal surat
Al-fatihah. Subhanallah, sangat bagus suaranya membacakan surat alfatihah. Dan
diapun kini telah hapal.
Pada
sore hari sebelum magrib tanpa sepengetahuan istrinya, ia berkeinginan untuk
solat magrib di mesjid.
“biar
afdol saya pinjam gamis dengan abi saja ah” dengan penuh semangat dia pun ingin kelihatan sempurna untuk melaksanakan
solat pertamanya di mesjid.
Ketika
pak soleh hendak keluar kota, ia langsung menyamparinya.
“abi, bolehkah
saya pinjam gamis abi”
“dengan
senang hati nak, mau kemana kamu?”
“saya
mau ke mesjid bi”.
Tiba-tiba ia
melihat sorban, dan ia pun berkenginan untuk meminjamnya. Abipun juga dengan
senang hati meminjamkan dan memakaikan ke kepala menantunya itu.
“abi, untuk
memperlengkap. Bolehkah saya meminjam tasbih abi”
“iya nak.”
Dengan senyum-senyum ia pun memberikan kepada baharuddin.
***
Ketika di
mesjid, dengan penampilannya seperti itu, pengurus mesjid sangat terkejut
sekaligus kagum melihat ada ulama besar yang datang ke mesjid di kampung itu
karena ia tidak pernah melihat orang itu. Namun, pengurus mesjid itu malu
karena jamaah solat magrib tidak terlalu banyak. selagi baharuddin solat sunah
yang sudah diajarkan istrinya, pengurus mesjid itu langsung mengedor
pintu-pintu warga untuk mengajak solat magrib.
“ada ulama besar
datang. Kampung kita akan malu kalau mesjid kita tidak ramai” kata-kata itu
yang disampaikan kepada warga.
Solat magrib
hendak dilaksanakan, baharuddinpun di persilahkan untuk menjadi imam.
“tidak pak, saya
tidak pantas menjadi imam.” Jawabnya.
“bapak jangan
rendah diri begitu. Menjadi kehormatan kami jika bapak menjadi imam disini.”
Sanggah pengurus mesjid yang mengira kalau sang ‘ulama’ sangat tawadhu.
Dengan sedikit
keberanian, baharuddinpun menjadi imam solat magrib itu.
“Allahuakbar” suaranya sangat
bagus, siapa yang akan mengira kalau dia tidak pandai solat
Surat
AlFatihahpun dibacakannya, suaranya sangat bagus. Para makmum sangat menghayati
bacaannya. Sampai-sampai ada seorang yang menangis. Namun, suara isakan makmum
tersebut membuat konsentrasi baharuddin buyar.
“maliki…maliki…maliki…”
“aduh
saya jadi lupa” dalam hati baharuddin. Ia pun bingung mau jadi seperti apa. Di
mesjid itu bangunannya masih bangunan lama, jadi di tempat imam terdapat pintu tanpa penutup.
Tanpa berfikir panjang lagi iapun langsung lari dari pintu itu. Sambil berlari
ia berdoa agar Allah menutupi Aibnya. Salah satu makmum di belakangnya,
kebetulan juga baru belajar kalau kita
harus selalu mengikuti gerakan imam sehingga iapuin ikut keluar. Namun, entah
kenapa melihat dia keluar semua makmun ikut keluar.
Tidak berapa
lama, gempa datang kekampung itu. Gempa tidak terlalu besar tetapi merobohkan
mesjid dan beberapa rumah warga.
semua jamaah
pada waktu itu menyangka kalau ‘ulama tersebut memiliki firasat yang sangat
tajam. Karena mau ada gempa makanya ‘sang ulama’ lari.
Dengan
mengucapkan hamdalah iapun menceritakan semua kepada istrinya. istrinyapun
menangis. Bukan hanya karena kebesaran Allah, tapi ia khawatir kalau suaminya
akan disuruh untuk menjadi imam mesjid lagi.
Dengan
mengikhlaskan masa-masa pernikahan yang baru, ustadzah tersebut menyuruh agar
suaminya pergi ke pesantren untuk
belajar agama dan menjadi hafidz alquran.
“bang, dinda
akan sabar menunggu abang. Sebelum abang menjadi hafidz, tidak boleh pulang ya.
insyaAllah Allah akan memberkahi perkawinan kita.”
***
Memang ada sedikit edittan.
Karena penulis tidak luput dari kesalahan dan penulis berkeinginan agar cerita
lebih penuh hikmah, tapi tidak ada perubahan cerita. Semoga semakin bermanfaat
buat yang membaca ya… J
Kamis, 19 April 2012
cerpen Q "Hijrahku KarenaMu"
Di siang yang cerah dengan semilir angin, aku dan adik-adik
yang ku sayang karena Allah mengkaji ilmu-Nya.
Di penghujung
halaqoh…
“Alhamdulillah,
baik adik2 kakak yang dirahmati Allah, sebelum kita tutup, minggu depan kita
tetap ngaji dengan waktu yang samakan?” Tanyaku.
“Iya kak, kami
semua insyaAllah kalau tidak ada urusan mendadak bisa hari dan jam seperti hari
ini kak,” jawab amiroh dari lingkaran itu.
“Ya sudah,
jangan lupa targetan mutabaah yaumiyahnya ditingkatkan ya, apalagi hapalannya,
insya Allah dengan usaha kita yang sungguh-sungguh Allah akan mempermudah. Baik
adik-adik kita tutup dengan doa penutup majelis”
***
Tahun ajaran
ini, pertama kalinya aku menjadi salah
satu pementor adik-adik mahasiswi baru. Alhamdulillah, salah targetku yaitu
menjadi akhwat tercapai. InsyaAllah yang ditandai dengan menutup hijab tubuh
secara utuh dan memiliki binaan, kumulai langkah ini.
Aku mahasiswi
fakultas kesehatan USU. Setiap ajaran baru, Alhamdulillah dengan diberinya
kebebasan tidak seperti puluhan tahun yang lalu, fakultasku dan fakultas
lainnya di USU melaksanakan mentoring agama islam untuk mahasiswa baru, ada
yang dimulai dari semester pertama maupun semester kedua disesuaikan dengan
mata kuliah agama maaing Fakultas. Dan kakak senior mulai dari tingkat II sudah
bisa menjadi pementor. Para calon pementor harus memenuhi persyaratan dan
mengikuti seleksi. Aku sadar di tingkat
II aku belum memenuhi persyaratan. Alhamdulillah di tingkat III ini aku diberi
hidayah untuk memenuhi persyaratan yang diajukan.
Perjalanan awal
menjadi kakak binaan memang sangat mengesankan. Ada adik yang sangat semangat
namun ada pula yang tidak terlalu sungguh-sungguh mengikuti pengajian ini. Hal
itu tidak membuat aku surut karena halaqoh yang kumiliki awal-awalnya dulu juga
seperti ini bahkan pernah hanya 2 orang
saja. Aku ingin seperti murabbiku dulu, yang selalu semangat dalam
menegakkan Kalimatullah.
***
Hari ke hari tak
terasa dilalui, hari ini agenda yang tidak bisa ditinggalkan yaitu mengisi
halaqoh. Materi hari ini adalah Ma’rifaturrasul.
Alhamdulillah adik-adik yang datang 6 orang berarti ada 3 orang yang tidak
hadir.
“Assalamulaikum
warahmatullahi wabarakatuh,” salam dari moderator halaqoh hari ini, Ayu.
“Wa’laikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh,” jawab kami semua.
Setelah itu
agenda selanjutnya dan sampai akhirnya diskusi.
“Terima kasih ya
kak, atas materi yang kakak sampaikan. Itu membuat saya tergugah dan
mudah-mudahan teman yang lainnya. Misya mau tanya kak, tapi sedikit lari. Kak seperti yang kakak
bilang begitu baiknya akhlak Rasulullah, begitu jujurnya beliau, hingga banyak
yang tersentuh hatinya untuk hijrah ke jalan Allah. Seperti yang kakak
contohkan tadi, misalnya, Mushab bin ‘umair yang rela meninggalkan segala
kekayaan bahkan meningkalakan ibu yang dicintai demi ajaran yang dibawa Rasullah
yaitu mengesakan Allah. Apakah kita sekarang yang sudah islam masih dituntut
untuk berhijrah?” Tanya misya sambil melihat catatan2 yang ditulisnya , adik
yang selalu semangat mengikuti mentoring. Pertanyaannya membuatkanku tertegun.
Teringat beberapa minggu, bulan bahkan tahun lalu sebelum aku berhijrah
mendapat hidayah dari Allah untuk mendalami islam secara utuh.
“Syukron Misya
atas pertanyaannya, pertanyaan nggak lari kok. Kakak senang sekali pemikiran Misya
sampai sejauh itu. Baiklah adik-adik kakak akan menjawab pertanyaan Misya.
Hijrah artinya berpindah. Berpindah maksudnya berpindah ke tempat yang lebih
baik. Tujuan diutusnya Rasul adalah untuk mengesakan Allah seningga akan
menjadikan manusia menjadi makhluk yang lebih baik. Nah kita sekarang sudah
islam, sudah beriman kepada Allah. Tetapi apakah keimanan kita benar-benar
terjamin. Memang kita tidak bisa menghitung sejauh mana keimanan kita, tetapi
kita bisa lihat bagaimana keyakinan kita terhadap Allah, terhadap takdir dan
kehendakNya, apakah kita selalu bergantung padaNya. Serta apakah kita berusaha
selalu mengerjakan perintah dan menjauhi laranganNya. Jadi kita diharapkan
dapat selalu berhijrah, maksudnya disini adalah menjadi lebih baik karena Allah.
Contoh pertama, misalnya kita berhijrah dari yang tidak memakai jilbab kemudian
memakai jilbab. Kapan dulu adik-adik
pertama kali pakai jilbab?,” tanyaku pada mereka agar ada respon dari
penjabaranku yang cukup panjang.
“kalo retno
kapan dik?”
“sejak SMA kelas
2 kak.”
“Alhamdulillah,
memang rata-rata wanita baru memiliki kesadaran memakai jilbab sejak SMA,
tetapi seharusnya ketika dia sudah baligh atau datang bulan pertama kali sudah
diwajibkan menuntup auratnya. Semua itu karena hidayah Allah, karena ada orang
yang baru tersadar memaknai kewajiban memakai jilbab ketika sudah berumur 30-an
atau lebih. Itu contoh kecil dari hijrahnya kita kea rah yang lebih baik
tentunya. Masih banyak contoh-contoh lain mungkin adik-adik merasakannya.”
“Kak, mengenai hal
tadi, maaf kak Rini ingin bertanya mengenai hijrah kakak seperti sekarang ini,
kakak sudah menutup aurat secara baik menurut Rini yang dikenal sebagai Akhwat
gitu, gimana kak ceritanya. Manatau itu bisa menjadi inspirasi kami kak?”
Subhanallah, Ya
Allah bantu hamba menjabarkan jawaban Rini.
“Rini,
pertanyaannya mencari jawaban yang realistis ya dik?” tanyaku sambil tersenyum
padanya dan dia pun jadi menunduk malu.
“Tidak apa-apa
dik, kakak senang kok atas pertanyaan Rini. Kakak hijrah, InsyaAllah berusaha
memahami dan mengaplikasi islam secara mendalam, sejak semester ini. Sebenarnya
kakak sudah mulai punya pengajian seperti ini sejak SMP dan SMA, meskipun
terputus-putus. Tetapi hidayah itu belum hadir, kakak masih saja bandal.” Aku
tersenyum mengatakan “bandal”.
“Selain memang
Karena dulu kebanyakan teman-teman kakak sama seperti kakak sehingga tidak ada
yang memotivasi untuk berhijrah, tetapi sekarang sejak pertama kali masuk,
Alhamdulillah, kakak bertemu dengan senior-senior yang selalu memotivasi untuk
lebih baik. Kemudian kakak juga menemukan teman seperjuangan yang tergerak
hatinya untuk berubah menjadi Hamba Allah yang lebih baik. Namun proses ini
berlangsung lama.”
***
Hari ini jadwal
aku dan mahasiswa baru lainnya menyususun jadwal kuliah semester pertama
di PSI atau Pusat Sistem Informasi.
Setelah selesai, aku keluar kemudian sampai digerbang ke arah gelanggang aku
bertemu dengan kakak senior yang ingin membagi stiker organisasi sebagai
program penyambutan mahasiswa baru kepada junior.
“Assalamualaikum,” salah satu kakak di kumpulan itu menyapaku
dengan penuh senyum.
“Wa’alaikumsalam,”
jawabku
“Tadi dari dalam
ya? sudah selesai dik nyusunnya?” tanya kakak itu lagi.
“Alhamdulillah
sudah kak.” Jawabku kembali
“Siapa dik
namanya? Nama kakak Rini, kakak yang ini Yanti dan yang ini Zanila. Adik dari
fakultas apa?” tanya kakak yang lainnya kepadaku juga dengan ramah.
“Nama saya Aqsa
kak. Aqsa dari Fakultas Kesehatan.” Jawabku berharap salah satu kakak tersebut
ada yang berasal dari fakultas yang sama denganku.
“O, ini kak
Zanila dari Fakultas Kesehatan juga,” jawab kak Rini dengan cepat
“Iya kakak dari
Fakultas Kesehatan Dik. Nomor Hp Aqsa berapa Dik?” jawab kak Zanila dengan
sangat lembut.
“Wah senang
sekali kak, kakak pertama kali senior yang Aqsa lihat. Ini Nomor Hp Aqsa kak.”
Jawabku sambil menunjukkan nomor Hpku yang ada di Hpku sendiri. Kemudian kak Zanila langsung
memanggil Nomor Hpku.
Alhamdulillah,
aku punya senior yang sangat ramah. Aku juga menyimpan nomornya. Hari ini
beruntung, selain ketemu dengan kakak senior, urusan di kampus juga sudah
selesai.
Beberapa minggu
di kampus baruku sudah kulewati. Masa-masa Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB)
juga sudah dilewati. Alhamdulillah di kampusku tidak ada sistem penindasan
terhadap junior. Kegiatan kami pada saat itu seminar di dalam auditorium dan di
akhiri dengan inagurasi di Sibolangit.
Hari ini ada
keputrian di mushala kampusku. Kak Zanila selalu memberI informasi akademik dan
juga informasi kalau ada pengajian atau keputrian. Kak Zanila juga mengenalkan
aku dengan kakak yang lainnya. Aku jadi semakin betah disini. Setiap hari Jumat
BKM mengadakan keputrian pada jam shalat jumat. Aku sering mengikuti keputrian
tersebut karena dulu aku fikir tidak ada ruginya ikut keputrian malah bisa
menambah pengetahuanku. Ditambah lagi acara keputrian sering ada games dan doorprice. Memang jiwa anak-anakku masih ada. Namun, benar juga,
untuk menghilangkan kebosanan perlu diadakan hal-hal seperti itu agar menarik.
Hari ini temanya
tentang ukhuwah. Jadi yang aku tangkap pada saat itu adalah selalu mengucapkan
salam terhadap saudara seiman ketika bertemu maupun saat mau berpisah, bukan
menyebut hallo atau yang lainnya. Karena dengan mengucapkan salam berarti kita
telah mendoakan kebaikan buatnya.
Setelah
keputrian, aku solat dzuhur. Pukul setengah dua siang aku ada jadwal kuliah.
Alhamdulillah tidak telat karena tadi kusempatkan untuk makan siang. Ketika di
kelas aku memilih duduk dekat dengan tiga orang teman baru. Sebelum dosen masuk
ku sempatkan untuk berkenalan dengan mereka. Aku belum terlalu mengenal mereka
karena teman-teman yang kukenal pada saat PMB berlainan kelas denganku.
“Assalamualaikum,”
sapaku terhadap mereka yang semuanya memakai jilbab, sekalian mengaplikasikan
ilmu yang baru kudapat.
“Wa’alaikumsalam,”
jawab mereka.
“Disini nggak
ada orangnyakan?” tanyaku basa-basi.
“Nggak ada. Nama
kamu siapa?” tanya salah satu dari mereka yang kelihatan paling ramah.
“Oh iya kenalin
namaku Aqsa,” kujawab sambil menyalami mereka satu persatu.
Mereka
memperkenalkan dirinya masing-masing. Yang paling ramah tadi benama Riri, dan
dua lainnya bernama Yesi dan Novi. Setelah
itu kami banyak cerita tentang diri masing-masing.
Setelah kuliah
sudah selesai aku berencana pulang dengan Riri, kebetulan kos kami searah.
“Ri, kita pulang
bareng ya?”
“Lho, kan lebih
dekat dari depan Sa? Bisa naik angkot lagi.” Jawabnya
“iya Ri. Memang
biasanya Aqsa dari depan. Tapi mau sekalian ketemu teman di Sumber.”
“Ok. Yuk kita langsung
pulang,”
Kami jalan
bersama menuju Sumber. Sumber adalah salah satu pintu masuk selain pintu utama
(pintu 1, 2, 3, dan 4) dan pintu dari kampung susuk. Sesampainya di sumber aku
meminta Riri menemani aku bertemu dengan dia.
“Uda mau
berangkat Dra?” tanya ku pada dia.
“Ya ini sebentar
lagi Sa.” Jawabnya
“Oh iya, Ri
kenalkan ini Hendra, Hendra kenalkan ini Riri teman sekelas Aqsa. Kebetulan
kami satu arah jadi pulang bareng.”
“Hendra fakultas
apa?” tanya Riri
“Aku fakultas
Fisip.” Jawab Hendra dengan senyum.
“Jadinya Hendra
inagurasi kemana? Jadi ke Perapat? Berapa hari Dra?” tanyaku perhatian kepanya.
“Iya Sa, kami
jadi ke perapat. Kata senior tiga hari. Mudah-mudahan aja acara disana
mengasyikkan.”
“Oh, ya uda.
Hendra baik-baik ya disana.”
Setelah itu kami
berpisah dengan Hendra. Kemudian kami melanjutkan jalan pulang.
“Kalau boleh
tahu itu siapa Ri? Pacar kamu ya?” tanya Riri penasaran.
“Iya Ri, dia
pacar Aqsa sejak SMA.” Jawabku malu-malu
“Oh, pantesan
kalian agak malu-malu. Tapi tadi kok banyak diamnya.”
“Mungkin karena
uda sering jumpa dulu ya waktu SMA.” Jawabku sambil ketawa, “tapi sih Aqsa dan Hendra
memang gak terlalu banyak bicara apalagi Aqsa.”
“Oh, uda lama ya
pacarannya? Kayaknya asyik tuch ceritanya.”
“Iya sejak kelas
I semester 2 Ri. Beneran nih mau diceritain?”
“Mau dong.”
“Ya gak panjang-panjang
banget sih ceritanya. Kami pacaran dari kelas I semester 2. Dan kelas II kami
satu kelas. Semenjak sekelas kami jadi dekat. Bahkan waktu itu, sejak semester
1 sampai kelas III Aqsa dan Hendra selalu jadi juara 1 dan 2.”
“Siapa yang
juara 1 Sa?”
“Aqsa dong.”
Jawabku sambil tertawa dan sedikit bangga. “sehingga seantero sekolah tahu kalau
kami pacaran. Tapi kami sering dicandai teman kalau lagi duduk berdekatan kami
banyak diamnya. ‘gak ada pulsa ya Dra?’ Kata mereka sambil tertawa.”
“Oh gitu ya ceritnya
Sa. Ya mudah-mudahan deh yang terbaik buat kalian.”
“Iya, makasi ya
Ri. Kita gara-gara cerita jadi berhenti dipinggir jalan ya?” jawabku sambil
senyum. “Kos kamu dimana Ri, katanya depan Sumber?”
“Itu, gang di
seberang sana. Riri tinggal nyebrang aja. Kamu Sa?”
“Aqsa jalan lagi
kesana. Ya uda Ri, terima kasih ya sudah menemani Aqsa.”
“Assalamualaikum,”
sambil malu-malu kami megucapkan kata salam bersama. Ya aku tahu Riri tadi juga
ikut keputrian di Musala tadi. Kami sudah mulai mengaplikasi ilmu yang kami
peroleh bersama.
Dengan serempak
pula kami menjawab salam, “waalaikumsalam.”
Itulah kisah
pertama aku dengan sahabatku. Memang ada getar-getar itu, antara aku dan
Sahabatku. Padahal baru kenal tetapi karena keimanan yang akan menyatukan kami,
kami seperti sudah kenal sejak lama. Dia juga pertama orang yang tahu tentang Hendra,
sehingga aku selalu cerita dan berbagi tentangnya ke Riri.
Berbulan-bulan
aku sudah kuliah. Aku juga mengikuti dan Riri UKMI di fakultas kami dan juga bersama-sama
mengikuti LDK USU sejak semester pertama. Kakak senior juga selalu memberi ilmunya
kepada kami. Terlebih kak Zanila. Dia benar-benar sangat lembut. Walau pendiam,
tetapi diamnya memberi kharisma buatnya. Dalam diamnya dia banyak memikirkan
keadaan orang lain.
Pemahamanku
tentang islampun kian bertambah. Aku
mulai berubah perlahan demi perlahan. Begitu pula dengan Riri. Banyak kisah
yang kami lewati begitu mengesankan. Walaupun dia tidak pacaran tetapi
seakan-akan dia menunggu aku untuk berhijrah. Aku juga sadar bahwa pacaran itu
tidak dibenarkan dalam islam. Dalil tentang
hal ini banyak sekali diantaranya adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla :
وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan”. (Al Isra’ [17] : 32).
Berkaitan dengan ayat ini seorang ahli tafsir Syaikh Abdurrahman bin
Nashir As Sa’di –rahimahullah- mengatakan dalam tafsirnya,
“Larangan mendekati suatu perbuatan nilainya lebih daripada
semata-mata larangan melakukan suatu perbuatan karena larangan mendekati suatu
perbuatan mencakup larangan seluruh hal yang dapat menjadi pembuka/jalan dan
dorongan untuk melakukan perbuatan yang dilarang”.
Kemudian Beliau –rahimahullah- menambahkan sebuah kaidah yang
penting dalam hal ini,
“Barangsiapa yang mendekati suatu perbuatan yang terlarang maka
dikhawatirkan dia terjatuh pada suatu yang dilarang”.
Dahulu karena alas
an pacaran inilah yang membuat aku tidak lulus syarat menjadi pementor di
fakultasku. Alhamdulillah hidayah itu telah datang. Aku memantapkan niatku
untuk memilih jalan dakwah ini. Di awal semester V kumantapkan hatiku untuk
tidak melanjutkan hubungan yang belum saatnya ini. Pada saat itu aku ingin
memilih untuk menikah dengannya. Karena aku pernah mendengar nasihat ‘kalau
memang sanggup menikahlah, kalau tidak putuskan’. Ketika aku utarakan isi
hatiku, namun dia belum sanggup untuk sekarang. Dan ketika ku bilang untuk
mengakhiri hubungan ini, Alhamdulillah dia mengerti. Aku sadar pada awalnya
memang terasa berat. Setiap mengingat kenangan dengannya aku menangis. Ketika aku pulang ke kampung selalu
ada saja yang menanyakan tentang nya. Tetapi betapa bodohnya aku. Ada Allah
disampingku. Ada sahabat didekatku. Ada Allah yang jika aku mencintainya
cintaku takkan bertepuk sebelah tangan. Berbeda ketika aku mencintainya, banyak
kecemburuanku kepadanya. Bahkan aku selalu menjadi beban pikirannya karena aku
terlalu cemburu, banyak memakan waktunya karena aku sangat sulit untuk
mengutarakan apa yang aku rasa. Anjuran Allah itu memang benar, betapapun kami dekatnya, yang hanya
kebanyakan menimbun dosa dan membuat hati semakin keruh, kalau kami tidak
berjodoh, maka Siapa yang bisa menghalangi kehendakNya, kami tidak akan
berjodoh.
Ada Sahabatku
yang kian hari seperti Bidadari Surga, selalu menyejukkan hatiku. Kamipun
hanyut dalam DekapanNya. Begitu pula dengan amanah-amanah dakwah. Itu semua
menghilangkan lara di hatiku. Karena sibukanlah diri kita dengan hal yang
bermanfaat karena Allah, kalau tidak pasti ada saja yang akan kita sibukkan
namun itu sia-sia. Itu pesan Murobbiku dulu.
Alhamdulillah.
Kampus ini menjadi pesantren bagiku. Senior bagaikan ustadz dan ustadzahku,
ukhuwah bagai pelajaran buatku, dan amanah bagai tugas yang membuatku semakin
terlatih. Aku berharap adik-adikku ini juga menjadi jundi-jundiMu ya Rabb… Amiin
ya rabbal’alamiin…
***
Tak terasa Aku
sudah terlalu panjang menceritakan kisah yang semoga menjadi ibroh buat
adik-adik.
“Maaf Dik,
kepanjangan ya cerita kakak?”
“Subhanallah ya
kak, Juri jadi terharu mendengar cerita kakak.”
“Iya Dik, ketika
kakak berusaha untuk berubah, memang terasa berat. Tapi semua itu bisa kakak
lewati ketika semuanya kakak serahkan sama Allah. Dan memang perubahan itu
lebih baik sedikit demi sedikit. Laa
yukallifullahu nafsan illawus’ahaa, Allah tidak membebani suatu kaum melainkan
sesuai kesanggupannya.”
Ya
Allah jikalau memang Kau takdirkan dia sebagai insan terbaik dariMu…
Jauhkan kami sejauh-jauhnya…
agar kelak saat pertemuan nanti, benih rindu ini dapat terlerai dan tumbuh menjadi cinta suci yang Kau ridhoi…
Tapi….
Jikalau ternyata dia bukan yang Kau pilihkan buatku…
Dekatkan kami…
Dekatkan sedekat-dekatnya pada cinta dan kasihMu…
Agar terhijab hati ini dari zina yang membuatMu murka…
Kumohon…
Sampaikan maafku pada seseorang yang Kau pilihkan untuknya…
Maaf…
Karena sebelum kehadiranya…
Aku telah lancang mengisi hati kekasihnya…
Jauhkan kami sejauh-jauhnya…
agar kelak saat pertemuan nanti, benih rindu ini dapat terlerai dan tumbuh menjadi cinta suci yang Kau ridhoi…
Tapi….
Jikalau ternyata dia bukan yang Kau pilihkan buatku…
Dekatkan kami…
Dekatkan sedekat-dekatnya pada cinta dan kasihMu…
Agar terhijab hati ini dari zina yang membuatMu murka…
Kumohon…
Sampaikan maafku pada seseorang yang Kau pilihkan untuknya…
Maaf…
Karena sebelum kehadiranya…
Aku telah lancang mengisi hati kekasihnya…
Selasa, 17 April 2012
i'm twentytwo years old (15 April 2012)
Mama: ASLM.....SELAMAT ULANG TAHUN Y K....MM BANGKA AKAN KK,SEMOGA ALLAH SLALU MELINDUNGI KK....DAN SEMUA CITA2 KK SEMOGA TERWUJUD..TETAP MENJADI ANAK YG SHOLIH.....
Papa: Ka,selamat ulang tahun ya nak,semoga kk panjang umur dan dimurahkan rezeki nya sama yg Maha kuasa AMIN,
Dita : Asw. Kak winni, happy milad ya kak. Barakallah fi umurik.... Smg semakin baik n semakin dkt dgn allah..:)..
Tia: Ass,,Kak winniiii :)
Selamat ulang tahun.panjang umur dan sehat selalu ya kak
Semakin baik lg kedepannya..
Selamat ulang tahun kak
Selamat ulang tahun.panjang umur dan sehat selalu ya kak
Semakin baik lg kedepannya..
Selamat ulang tahun kak
hafni: Aslmkm. . Barakallah ya k2k. . Mdh2n cita2, jodoh, rezky di dkatkn oleh Allah. . Amin.Met milad ya ka. .
Yuni :Ass win..
Met milad yah..
Smoga umur'a berkah..
Lebh baik lg kdepn'a..
Barakallah..
Met milad yah..
Smoga umur'a berkah..
Lebh baik lg kdepn'a..
Barakallah..
una:Assalamu'alaykum.
Barakallahu fii umruki kakak..^^
smoga berkah semuanya, lancar proposal n skripsinya..
N smga tetap istiqomah sampai akhir hayat.
es-seh..:-D
undang2 una kalau ada makan2 kuenya ya..hehe..
Syukuran bubur jg gk apa2..coklat buatan kk jg jdlah..(haha..maksa)
Barakallahu fii umruki kakak..^^
smoga berkah semuanya, lancar proposal n skripsinya..
N smga tetap istiqomah sampai akhir hayat.
es-seh..:-D
undang2 una kalau ada makan2 kuenya ya..hehe..
Syukuran bubur jg gk apa2..coklat buatan kk jg jdlah..(haha..maksa)
---:Aslm
happy birtdhay y kak
and
sukses sllu . . .
amien
happy birtdhay y kak
and
sukses sllu . . .
amien
sa'adah: Asslamu'alaikm. . .
Slmt MILAD y Kak Winni
Smga smw cita2 dpt terwujd, rndh rezki n cpt wisuda
Amin y Rabbal'alamin
Slmt MILAD y Kak Winni
Smga smw cita2 dpt terwujd, rndh rezki n cpt wisuda
Amin y Rabbal'alamin
dewi09: Met milad ya kakak qu..
:D
:D
Atika: Barakallah kak. .
Slmt milad. .hem. .kemek2 y ^_^
I love U Full :D
Slmt milad. .hem. .kemek2 y ^_^
I love U Full :D
Ulfa: Asw. . .
Kak winiiiii. . . .
Met milad yaaa. . . .
:-D:-D:-D
mga umurnya brkah yaaa. . . .;-)
Kak winiiiii. . . .
Met milad yaaa. . . .
:-D:-D:-D
mga umurnya brkah yaaa. . . .;-)
Ima: Asw..kakakkk happy milad, sehat selalu, cepat tamat, cepat kerja, panjang umur, jd wanita solehah, bermanfaat utk org bayak. Aamiin YRA. BARAKALLAH KAK^
--: Aslm. Kak wini sayang....
MeD milad yah. Barakallah fil umrik..
Semoga lncaR TA nya,segera d dbuat pRoposal nya.:D
MeD milad yah. Barakallah fil umrik..
Semoga lncaR TA nya,segera d dbuat pRoposal nya.:D
Ira: Aslm..Happy birthday to you kak winni.. :D
Smga dgn smkin brtmbah nya umur d thun ni, bsa mjdi s'org yg lbh baik lg dr thun yg kmren..
D mudah kn dlam s sgla hal yg baik & sukses lah utk kkak yaaaa..
Amin :)
Smga dgn smkin brtmbah nya umur d thun ni, bsa mjdi s'org yg lbh baik lg dr thun yg kmren..
D mudah kn dlam s sgla hal yg baik & sukses lah utk kkak yaaaa..
Amin :)
Dian11: AsSalamu'alaikum ka wini...
HapPy milad y ka..
Smg Allah meridhoi kakak..
^_^
love u..
HapPy milad y ka..
Smg Allah meridhoi kakak..
^_^
love u..
Syafni: Assalamualaikum.
Mat milad y wini cabe, hehehe
Barakillah.
Smg cpt wisuda n m'jd org yg b'manfaat. Aamiin.
:) syafni (:
Mat milad y wini cabe, hehehe
Barakillah.
Smg cpt wisuda n m'jd org yg b'manfaat. Aamiin.
:) syafni (:
DinaH2: Met Milad ya Ukhti Winny...
smga mndpt umr yg brkah, d.lmphkn rizky, d.mdhkn dlm sgl persoalan,
n cpt dpt jdoh....
Mendptkan keBhgiaan dunia dan akhrat,
menjdi Perhiasan dunia yg terindah, n mnjdi Bidadari cntik di Surga Allah,
Amin Ya Rabb
Met milad ya ukh,
^_^
Wslm.
Mendptkan keBhgiaan dunia dan ak
smga mndpt umr yg brkah, d.lmphkn rizky, d.mdhkn dlm sgl persoalan,
n cpt dpt jdoh....
Mendptkan keBhgiaan dunia dan akhrat,
menjdi Perhiasan dunia yg terindah, n mnjdi Bidadari cntik di Surga Allah,
Amin Ya Rabb
Met milad ya ukh,
^_^
Wslm.
Mendptkan keBhgiaan dunia dan ak
Hari: Assalamualaikum win, met milad y winni syg, smoga niat utk cpat nikahny trwjud dgn mndapatkan suami yg soleh yg bs membimbing wni mnjd istri n ibu yg soleha. Smga umur wni barokah, n cita2 wini yg lain trwjud.....amin.....
Nanda: slamat milad yah,
smga slalu dlndungi Allah swt,dridhoi stiap hrapan wni..
:)
smga slalu dlndungi Allah swt,dridhoi stiap hrapan wni..
:)
Hanif: Assalamu'alaikum..
Kak wini..met milad ya kak,barakallah..
Smga skses dunia akhirat..Aamiin..
Kak wini..met milad ya kak,barakallah..
Smga skses dunia akhirat..Aamiin..
Nura: Assalamu'alaikum,,
Kak,,
Met Milad yaa,,
Barakallah fii umrik...
Tdi ngucapin ny rame2 jdi kurang sahh...
Hehe..
Kak,,
Met Milad yaa,,
Barakallah fii umrik...
Tdi ngucapin ny rame2 jdi kurang sahh...
Hehe..
ya, Allah smoga semua doa2 baik sahabat hamba Engkau Ijabah... amiiin..
:):):)
Jumat, 16 Maret 2012
my fisrt experience in "keputrian"
bismillah...
wah, ternyata gak sia-sia jika kita punya soft skill..
alhamdulillah... ^_^
jumat semalam, seperti biasa UKMI FKM mengdakan keputrian...
wlaupun dengan rasa percaya diri penuh nawarin diri untuk jadi pemateri (biasanya pemateri dicari, eh ini malah nawarin diri, hehe, gak apa2 dech :D), hari senin bilang ke rahmi (red: sekum) untuk jadi pemateri dengan tema kreatifitas.
"oh boleh, tentang apa?"
"adu kreativitas with tepung, tapi bukan buat kue lho"
ya kurang lebih seperti itulah dialog saya dengan si dia...
pagi2 hari jumat sebelum keputrian, saya mempersiapkan bahan plus alat2 yang dibutuhkan... ya setelah sebelumnya beli buku mengenai kreativitas itu dan cari resep2 (sekali lagi bukan buat kue lho) di internet, alhamdulillah beberapa kali saya berhasil membuatnya... dan akhirnya saya memutuskan untuk membagi ilmu yang dititipkan Allah pada adik2 di keputrian... wah senangnya berbagi...
penasarankan apa yang kami buat,,,,
berbahan dasar tepung, namun tidak bisa dimakan, bisa buat aksesoriss... --> CLAY namanya,
dari beberapa referensi dari buku yang saya beli dan dari resep2 di internet plus pengalaman yang uda saya lakukan ini dia clay ala saia... ^_^
siapkan bahan
tepung beras
tepung tapioka
maizena
lem fox
asam benzoat 2 sendok teh
baby oil secukupnya
nb: perbandingan tepung beras, tepung tapioka, maizena, lem fox, 1:1:1:3 mis 50gr:50gr:50gr:150gr. jangan sampai salah takar yaa,,, soalnya kalau kebanyakan lem bisa susah membentuknya, sebaliknya kalau lemnya sedikit bisa cepat kering, adonan jadi kurang baik kalo dibentuk.
langkah2:
campur ketiga tepung di mangkok (wadah yang pas) hingga tercampur merata. lalu masukkan asam benzoat. aduk sampai rata kembali. asam benzoat berfungsi sebagai pengawet. lalu masukkan lem, aduk hingga kalis (maksudnya sudah seperti plestisin, itu loh mainan anak2 seperti tanah liat warna-wanri). kalau sudah kalis tambahkan baby oil agar tidak dilengket di tangan dan memberikan aroma wangi pada adonan. adonan sudah selesai. simpan di plastik, hal ini dilakukan agar adonan tidak cepat kering. ambil sedikit atau sesuai kebutuhan untuk diwarnai dan dibentuk.
bentuk adonan sesuai keinginan, bisa dijadikan mainan kunci, gantungan Hp, pin, dll...
^bagi yang terinspirasi, selamat mencoba ya, mudah kok^
makasi buat orang yang sudah berbagi ilmu kepada saya sebelumnya (walaupun gak kenal dengan saya gitu),,, semoga pahala ilmunya tetap mengalir... amiin... ^_^
wah, ternyata gak sia-sia jika kita punya soft skill..
alhamdulillah... ^_^
jumat semalam, seperti biasa UKMI FKM mengdakan keputrian...
wlaupun dengan rasa percaya diri penuh nawarin diri untuk jadi pemateri (biasanya pemateri dicari, eh ini malah nawarin diri, hehe, gak apa2 dech :D), hari senin bilang ke rahmi (red: sekum) untuk jadi pemateri dengan tema kreatifitas.
"oh boleh, tentang apa?"
"adu kreativitas with tepung, tapi bukan buat kue lho"
ya kurang lebih seperti itulah dialog saya dengan si dia...
pagi2 hari jumat sebelum keputrian, saya mempersiapkan bahan plus alat2 yang dibutuhkan... ya setelah sebelumnya beli buku mengenai kreativitas itu dan cari resep2 (sekali lagi bukan buat kue lho) di internet, alhamdulillah beberapa kali saya berhasil membuatnya... dan akhirnya saya memutuskan untuk membagi ilmu yang dititipkan Allah pada adik2 di keputrian... wah senangnya berbagi...
penasarankan apa yang kami buat,,,,
berbahan dasar tepung, namun tidak bisa dimakan, bisa buat aksesoriss... --> CLAY namanya,
dari beberapa referensi dari buku yang saya beli dan dari resep2 di internet plus pengalaman yang uda saya lakukan ini dia clay ala saia... ^_^
siapkan bahan
tepung beras
tepung tapioka
maizena
lem fox
asam benzoat 2 sendok teh
baby oil secukupnya
nb: perbandingan tepung beras, tepung tapioka, maizena, lem fox, 1:1:1:3 mis 50gr:50gr:50gr:150gr. jangan sampai salah takar yaa,,, soalnya kalau kebanyakan lem bisa susah membentuknya, sebaliknya kalau lemnya sedikit bisa cepat kering, adonan jadi kurang baik kalo dibentuk.
langkah2:
campur ketiga tepung di mangkok (wadah yang pas) hingga tercampur merata. lalu masukkan asam benzoat. aduk sampai rata kembali. asam benzoat berfungsi sebagai pengawet. lalu masukkan lem, aduk hingga kalis (maksudnya sudah seperti plestisin, itu loh mainan anak2 seperti tanah liat warna-wanri). kalau sudah kalis tambahkan baby oil agar tidak dilengket di tangan dan memberikan aroma wangi pada adonan. adonan sudah selesai. simpan di plastik, hal ini dilakukan agar adonan tidak cepat kering. ambil sedikit atau sesuai kebutuhan untuk diwarnai dan dibentuk.
bentuk adonan sesuai keinginan, bisa dijadikan mainan kunci, gantungan Hp, pin, dll...
^bagi yang terinspirasi, selamat mencoba ya, mudah kok^
makasi buat orang yang sudah berbagi ilmu kepada saya sebelumnya (walaupun gak kenal dengan saya gitu),,, semoga pahala ilmunya tetap mengalir... amiin... ^_^
![]() |
| ini dia contoh kreasi clay, lucukan :) |
Langganan:
Postingan (Atom)
